11 Februari 2009

Kebiasaan Membaca



Foto yang diatas saya ambil dengan metode ketidaksengajaan (maksudnya tiba2 pengen jepret aja) ternyata pas diliat-liat bagus juga
hehe..

dan pada saat diliat-liat, tiba-tiba berkecamuk dalam pikiran,
klo dalam bentuk dialog seperti ini :

Rhesa baik : Wah ni foto kayaknya bagus juga klo dimasukin ke blog

Rhesa jahat : aah emangnya buat apaan sih..??

Rhesa Baik : Pengennya sih berbagi cerita, kalau gw pengen banget membaca buku dijadikan kebiasaan gw setiap hari,.. yaa minimal 1 buku seminggu lumayan kan

Rhesa Jahat : emang apa untungnya baca buku dijadikan kebiasaan..??

Rhesa baik : ya udah jelas donk, dengan baca buku akan bertambah pengetahuan kita karena buku memang gudangnya ilmu. Dan juga buku membantu kita tuk mengembangkan proses nalar kita, karena secara tidak langsung kita akan mengambil makna dari buku tersebut dengan nalar kita. Dan kalau seperti novel dan komik, bisa juga jadiin suatu hiburan, dan itu bukan hiburan yang hura2 doank, tapi hiburan yang edukatif.

Rhesa jahat : emangnya ntar yang baca tulisan ini ngerti apa yg lu maksud..??

Rhesa baik : gak usah ngerti juga gpp, tapi setidaknya jadi kepikiran bahwa buku itu penting. dan ada niat untuk mulai membaca buku jadi kebiasaan.

Rhesa jahat : Duuuhh hari gini kan klo buat nambah pengetahuan bisa lewat koran, majalah atau juga situs2 internet.

Rhesa baik
: emang betul seperti koran, majalah bisa memberikan pengetahuan juga, tapi buku memiliki kelebihan tersendiri. Selain menambah pengetahuan, buku dapat mengembangkan proses nalar kita tuk mengambil makna dari buku tersebut.

Rhesa Jahat : ok..ok klo gitu terserah lu aja d..

Rhesa baik : ya iyalah terserah gw...


Naahh itulah kecamuk dalam pikiran saya. Jadi siapkan niat dan semangat untuk membaca buku jadi kebiasaan..


NB: terinspirasi oleh blog nya pandji.com dan danielmahendra.com

07 Februari 2009

Persatuan Islam



Sebelumnya saya ingin memberikan prolog dulu tentang postingan saya yang satu ini. Postingan ini muncul karena saya ingin berbagi pengalaman tentang menariknya mengetahui kegiatan Ormas Islam sepert yang satu ini. seperti layaknya organisasi biasa, maka visi dan misi harus dipunya dan benar2 diamalkan. Akan tetapi saya melihat dari Ormas2 Islam yang ada ternyata visi dan misinya lebih ditujukan kepada masyarakat luas agar dapat lebih mengetahui secara benar tentang tata cara ibadah maupun muamalah(kehidupan sosial).


"Lebih baik mencari ilmu walaupun cuman sehari, daripada beribadah seratus tahun tetapi kita tidak tahu makna dari ibadah tersebut"

Kutipan ini saya ambil dari buku yg pernah saya baca, akan tetapi saya lupa bukunya hehe..
Maksud yg ingin disampaikan dari kutipan tersebut ialah apakah ibadah kita sudah benar..???

Orang2 bisa saja memandang skeptis pertanyaan tersebut. Lah wong yg namanya ibadah kan udah jelas aturannya seperti shalat, puasa, zakat dll. Tapi tidak sedikit orang yg mengetahui ibadah tersebut hanya berupa warisan dari orang tua kita maupun ustadz yg sudah ada.

Naah kita sebagi makhluk yg diberi akal, kita diajarkan untuk mensintesis sebuah masalah sampai benar2 kita paham dan mengerti apa tujuannya.

Maka dari itu adanya ORMAS2 ISLAM, mereka lebih memberikan ilmu dengan penelitian ilmiah atau setidaknya diteliti terlebih dahulu. Kita tahu bahwa shalat gerakannya seperti ini dan itu, akan tetapi benarkah gerakan tersebut sudah sama dengan yang diajarkan Rasul..??

Dari situlah Ormas Islam berperan dalam mengkaji kira2 yang betul2 mengikuti sunnah Rasul yang mana dan yg bukan mengikuti yang mana. Insya Allah berangkat dari sana kita akan melaksanakan ibadah dengan benar menurut ilmu yang sudah kita dapatkan.

Untuk itu datanglah ke Majelis2 taqlim :-), Insya Allah kita bakal mendapat ilmu yg dapat menuntun kita dalam beribadah yang baik dan benar.

Amiin..

"9 Matahari"



Novel dengan cover simpel berwarna merah motif merupakan salah satu novel karya anak bangsa yang terbaik (setidaknya menurut saya).

Sebetulnya saya belum baca semuanya, cuman sampai setengah buku, tapi saya berani berucap ini salah satu novel terbaik karena lagi2 menurut pendapat saya novel ini terasa sekali aura realistis. 9 matahari begitu menyentuh perasaan saya, karena merasa ada beberapa bagian yg terasa mirip dengan kisah hidup sendiri he..

Sosok utama dalam novel ini bernama Matari. Matari berasal dari Jakarta dengan keadaan keluarga yang berasal dari kelas menengah ke bawah. Impian pada saat itu hanya satu, yaitu ingin menjadi sarjana yg baik dan benar (masih adahkan di jaman sekarang.??). Keinginan tersebut ditentang oleh keluarga terutama bapaknya karena alasan masalah biaya.

Naah dari situlah konflik terjadi, dimana bapaknya yg ngotot menyuruh Matari kerja agar cepat2 menghasilkan uang, dan juga kakanya Hera yg sebenernya Cum Laude tapi sampai saat terakhir masih sangat sulit mencari kerja yang layak dengan prestasi Cum Laude nya. Dan seperti biasa posisi Ibu memang posisi yg mulia, dimana si ibu bersifat sebagai penengah dan ingin mengakomodir semua keinginan keluarga.

Dan selanjutnya Matari yg mempunyai mimpi (seperti Laskar Pelangi) benar2 ingin mewujudkan impiannya. Karena menurutnya hanya dengan ilmu pendidikan lah seseorang bisa keluar dari kegelapan dan kebodohan. Dari peran2 tersebut banyak timbul pertentangan dan juga suka duka yg khususnya terjadi pada Matari.

Klo boleh saya simpulkan 9 matahari merefleksikan 9 kata sifat. Akan tetapi karena saya baru baca setengah jadi cuman 4 matahari dulu aja ya :p

Matahati pertama : JUJUR
Matahari kedua : KERJA KERAS
Matahari ketiga : Pengorbanan
Matahari keempat : Impian

Okee.okee.. itu semua memang sebuah teori, tapi bukankah semuanya berasal dari teori terlebih dahulu.

Tapi jika kita2 benar2 menangkap pesan dari pengarangnya, maka Insya Alah kita dapat mengerti bahwa seharusnya kita harus benar2 pandai bersyukur. :-)

26 Desember 2008

Save Our Heritage....!!!!




Bismillah...

Saya pernah mengikuti seminar "Save Our Heritage" yang diadakan oleh anak-anak HI(Hubungan Internasional) UNPAD (Nice Joobb..) beberapa waktu yang lalu.

Seminar ini lebih menekankan bagaimana cara kita menjaga kebudayaan kita sendiri agar tidak drebut atau diambil oleh negara lain.

Kesimpulan yang didapat bahwa, sebenarnya kita harus menanamkan terhadap diri kita sendiri bahwa kita harus BANGGA terhadap kebudayaan sendiri. Contoh nyatanya ialah kita sebagai laskar muda yang akan menentukan arah masa depan bangsa, sebisa mungkin kita mengenal, mendalami, dan menggunakan produk budaya yang ada.

Di bawah ini hasil pendapat pribadi saya agar kebudayaan kita tetap terjaga :

1. Pada saat kuliah ke kampus, jalan-jalan ke Mall, atau kegiatan sehari-hari kita menggunakan baju batik.

2. Tidak perlu malu dengan penggunaan bahasa daerah pada saat berkomunikasi sehari-hari, karena adanya Bangsa ini asal-muasalnya berasal dari kumpulan daerah
(klo bisa menggunakan bahasa daerah yang halus, jangan yang kasar ya..)

3. Mengikuti kursus tari, bahasa atau lainnya yang intinya kita lebih dapat mengenali sekaligus mendalami budaya tersebut (rekomendasi dari saya kursus tari saman, kecak, dan Jaipong)


Sebenarnya banyak cara agar kita dapat menjaga kebudayaan kita, yang jelas budaya itu berasal dari HATI dan apabila kita ingin menjaganya maka kita pun harus dengan segenap HATI

Memilih = Membingungkan

Sejak dari manusia pertama (Nabi Adam) di muka bumi sampai dengan orang yang lahir pada detik ini, pada masa hidupnya pasti akan dihadapkan pada sebuah pilihan. Coba bayangkan jikalau tidak ada pilihan atau makna memilih, niscaya hidup ini seperti robot yang hidupnya sudah diprogram oleh empunya. Makanya kita manusia sebagai makhluk Allah diberikan akal,pikiran dan hati untuk mengetahui dan menentukan pilihan yang ada di depan mata.

Permasalahan yang timbul dari suatu pilihan ialah bukan dari ketidaktahuan kita apakah itu sebuah pilihan atau bukan, akan tetapi pada saat kita menentukan pilihan tersebut.

Saat ini semua orang dihadapkan pada suatu permasalahan, apakah itu buruk ataukah itu yang bersifat positif. Pada saat seperti ini apa sih sebenarnya yang mungkin bisa kita lakukan agar pilihan kita jatuh kepada pilihan yang tepat(mencakup baik dan benar)...????

Mari kita melihat apa makna dasar dari sebuah pilihan. Pilihan ada karena kita agar tetap hidup, tetap melanjutkan kehidupan ini, dan tetap menjadi manusia yang mempunyai akal pikiran dan hati. Apabila kita tidak mau memilih itu sama saja dengan kita mengingkari hidup, tidak mau melanjutkan hidup, dan yang terpenting sama saja tidak mau berserah diri secara komprehensif terhadap Allah SWT.

Sungguh, pada saat dihadapkan suatu pilihan, kita harus mengerti bahwa ini pembuktian bahwa sang pencipta masih sayang kepada kita. Bukti sayangnya yaitu kita dituntut untuk menggunakan akal, pikiran dan hati untuk menentukan pilihan tersebut. Dan juga pilihan merupakan ujian terhadap kita, ujian yang sebenarnya penilaiannya diserahkan terhadap kita sendiri.

Untuk itu marilah kita menyadari bahwa pada saat pilihan itu datang, kita harus sepenuhnya berserah diri terhadap sang pencipta dan gunakan akal, pikiran dan hati kita. Apabila sudah begitu Insya Allah kita akan mendapat ridhoNya, karena sesungguhnya hidup ini untuk mendapatkan Ridho dan kasih sayangNya. Dan dengan sendirinya kita tidak akan menjadi bingung dengan pilihan tersebut, karena ini semuanya merupakan bentuk kasih sayang dan berasal dari Allah semata.


agar pilihan kita menuju terhadap Ridha Allah SWT. Karena apabila kita sudah menentukan pilihan dengan kriteria2 tersebut maka apapun yang terjadi kita tidak akan menjadi bingung dan yakin ini datangnya tidak lain dan tidak bukan berasal dari Allah semata.